Latihan Memahami Diri Sendiri
Pernah gak sih kalian suka ada di kondisi yang chaos banget,pokoknya you found yourself quite messy? Kalo aku untuk beberapa bulan ini jawabannya adalah 'sering'
Belom lagi ditambah negative vibe dan negative people yang suddenly let yourself down. Karena aku tipe orang yang gaksuka cari masalah sama orang lain ( tipe mengkonfrontasi atau simplenya main labrak sana-sini) atau tipe yang marah-marah ke orang di sekitar aku, jadi aku selalu fokus sama diriku sendiri buat cari cara untuk deal with those kind of situation,ntah itu curhat ke ibuku, curhat ke orang yang aku percaya, nulis diary, nulis blog, nonton film atau...tidur, tergantung seberapa besar stressor nya buat aku.
Aku sendiri sih belum menemukan cara yang 'exactly right' buat ngadepinnya tapi menurutku its depend on you and your problem,banyak orang yang bilang 'sesuatu akan menjadi masalah ketika kalian menganggap hal itu adalah masalah' mungkin maksudnya adalah kita bisa memilih mau bodo amat atau malah mau dipikirin sampe pusing sampe jadi energi yang negatif buat kita sendiri. Aku honestly susah banget buat bodo amat, aku selalu apa2 dipikir and sometimes it brings something bad to me because overthinking does kill you.
Aku iri banget sama orang2 yang bisa bodo amat dan punya prinsip 'yaela ngapain sih dibikin pusing' enteng banget kayanya,kapan aku bisa kaya gitu?! Gemes sama diri sendiri,jengkel.
Tapi baru-baru ini aku ngerasa kaya ternyata the power of understanding yourself itu ngaruh banget ke pembawaan kita terhadap suatu masalah. Contohnya, dulu kan aku pengen banget jadi orang yang 'terlihat dewasa&sabar' jadi ketika aku punya sesuatu yang bikin aku sedih atau marah aku tu selalu berusaha untuk 'oh yaudah gakpapa' padahal deep down inside aku udah pengen nangis atau ngomel-ngomel nah jadilah aku suka keinget sama masalah itu dan gak nemuin titik selesainya karena menurutku aku belum selesai untuk meluapkan apa yang aku rasain tentang hal tersebut,ngerti gak?jadi aku terbiasa membiarkan masalah itu gak kenapa-napa buat aku (padahal aslinya kenapa-napa) dan akhirnya berlarut-larut. Sekarang aku lagi mencoba untuk nggak memaksakan sesuatu sama diriku sendiri sih,kalo emang ada something yang bikin aku pengen nangis ya aku aku tangisin walaupun aku gak cerita but at least aku gak denial, kalo aku gaksuka ya aku bilang gaksuka (terlebih lagi sama pasangan) dulu demi terlihat sebagai pacar yang baik, aku selalu gamau bilang apa yang aku rasain, I've been always hiding what I feel especially about dislike tapi terus lama-lama itu kaya bumerang buat aku, aku jadi overthinking lah, insecure lah, pokoknya yang gaenak gitu di dalam hati. Akhirnya setelah berusaha belajar memahami&gak membohongi diri sendiri aku pelan-pelan belajar untuk gak membohongi orang-orang terdekat aku tentang apa yang aku rasain but I keep something that I dont really want to share with others (ya karena memang ada beberapa hal yang kamu bener-bener gakbisa bagi ke orang lain). Intinya aku pengen terbiasa untuk bilang apa yang aku lagi rasain (dengan cara yang baik yah) misal nih aku lagi bete karena pms,terus aku bilang ke pacar aku 'jangan nakal ya aku lagi sensi nih' daripada aku maksain pembawaan ku dewasa ceria padahal aku lagi bete banget tapi tiba-tiba aku marah dan akhirnya berantemš¤£, aku lebih belajar untuk gak berpura-pura menutupi apa yang aku rasain sih gituuuuu. Dan ternyata it works better on me than when I tried to look 'everything is well,Im okay' di dalam diriku sendiri aku jadi lebih lega dan yang paling kelihatan adalah hubungan ldr ku sih, jadi berantem karena masalah sepele itu bisa terminimalisir karena aku yang suka pura-pura gakpapa.
Jadi If I have to sum up this post,It would be like this quote
'You will be as exactly happy as you decide to be'

nice post. keep it up the good works!
BalasHapuslebih ke personal diary ya pak wkwk,terimakasiii bos iss selalu bersama
Hapus